Home | News | Mengenal EPIRB, Pengirim Sinyal Darurat Jika Kapal Celaka
Author : Font Size :   Normal   |   2X   |   4X   |   8X   |   10X
Mengenal EPIRB, Pengirim Sinyal Darurat Jika Kapal Celaka

Jakarta - EPIRB atau Emergency Position Indicating Radio Beacon. Alat yang ada di kapal laut ini berfungsi mirip Underwater Locator Beacon (ULB) yang ada di kotak hitam di pesawat terbang. Sama-sama mengirimkan sinyal bila kapal atau pesawat mengalami keadaan darurat atau kecelakaan.

Apesnya, baterei EPIRB pada KM Senopati yang karam akhir tahun lalu tidak berfungsi sehingga posisi kapal agak sulit dilacak. Akibatnya evakuasi tidak bisa cepat dilakukan. "Menurut penyelidikan, baterai EPIRB KM Senopati sudah tidak berfungsi sejak tahun 2003. Padahal baterainya harus diganti setidaknya 5 tahun sekali," kata investigator laut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Aleik Nurwahyudy, di. Gedung Departemen Perhubungan, Jl. Medan Merdeka Barat, Rabu (21/2/2007).

Bentuk dari EPIRB ini bermacam-macam, tapi yang dimiliki KNKT, alat itu berdimensi 6,5 cm x 6,5 cm x 28 cm. Bentuknya seperti gelas yang berisi baterai dan transmitter, tutup bening untuk switch on/off, ditambah tinggi antena radio 26,5 cm. Alat itu terbuat dari plastik tebal berwarnya oranye.

"Berwarna oranye agar mudah dicari karena kontras dengan warna laut," tutur Aleik. Berbeda dengan ULB yang bekerja pada frekuensi 37,5 Kilo Herzt (KHz) akustik, EPIRB bekerja pada sinyal radio biasa 121,5 Mega Hertz (MHz), 243 MHZ (untuk militer) dan 406 MHz.

"Jadi bisa ditangkap sinyal radio biasa seperti stasiun radio pantai, radio milik ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia), radio pada pesawat atau kapal yang lewat," ungkap Aleik.

Perbedaan prinsip dengan ULB, alat ini jangan sampai tenggelam, karena sinyal radio tidak bisa bekerja jika di dalam air. Alat tersebut tahan pada suhu minus 20 derajat Celcius hingga 55 derajat Celcius selama minimal 36 jam. "Jadi harus mengapung," lanjut Aleik.

Alat ini terletak pada anjungan kapal atau ruangan nahkoda, atau di geladak yang paling atas. Kalau kapal tenggelam atau mengalami kecelakaan lain, maka EPIRB ini biasanya dilemparkan ke laut agar mengapung, atau dibawa serta oleh nahkoda atau mualim agar jangan sampai tenggelam, dan alat akan bekerja secara otomatis bila terkena impact dengan air.

Namun, alat ini memiliki penyimpangan. Untuk alat yang bekerja pada frekuensi 121,5 MHz, penyimpangannya hingga 10 nautical mile (NM), atau sekitar 18 km (1 NM = 1,8 km). Dan yang bekerja pada frekuensi 406 MHz memiliki penyimpangan yang lebih kecil sekitar 1,5-3 NM atau sekitar 2,7 - 5,4 km.

"Jadi kalau ada sinyal diterima, jangan dicari tepat pada posisinya, tapi dicari dalam radius penyimpangan itu," ujar Aleik. Pada tahun 2009, US Coast Guards akan menghilangkan frekuensi 121,5. Dan nantinya EPIRB akan bekerja pada frekuensi 406 KHz, terdaftar, serta dilengkapi semacam caller ID layaknya telepon genggam.

"Jadi, kalau ada kapal kena musibah, selain koordinatnya, juga akan tercantum nama kapal dan nomor yang bisa dihubungi," ujar Aleik.

EPIRB merupakan salah satu alat keselamatan kapal berdasarkan aturan internasional GMDSS (Global Marine Distress Safety System) yang dikeluarkan oleh IMO (International Maritime Organization). Semua kapal harus memiliki alat ini selain radio transponder, navigasi telex dan alat keselamatan kapal lainnya.Dalam bentuk yang lain EPIRB bernama ELT (Emergency Locator Transmitter), yang dipakai oleh crosser pada motorcross atau pembalap di Paris-Dakkar, dan bentuknya kecil seperti handphone.

Total Comments ( posted)
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Kantor ORDA NANGROE ACEH DS.
Jl Tngku Malem I No 6
Kuta Alam Banda Aceh
Telp. : (021) 938 12 087 - 912 68 257
Fax. : (021) 638 69060
Email : aceh@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
ORARI Daerah Nangroe Aceh Darussalam
ORARI is a member-society and International Secretariat of the International Amateur Radio Union
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top

Satelit Pertama Bikinan Indonesia Diluncurkan, Tepuk Tangan Membahana

News
Monday, 28 September 2015 - 08:00 WIB

Hari Ini Satelit Lapan A2 Akan Diluncurkan Menuju Orbit dari India

News
Monday, 28 September 2015 - 07:00 WIB